Yogyakarta- Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menyelenggarakan Pelatihan dan Kuliah Bersama dengan tema “Interprofessional Education (IPE)” Sabtu (07/10/2017) bertempat di Kampus UNISA Jl. Ringroad Barat, Nogotirto, Gamping, Sleman. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya awal menuju penerapan (IPE) dalam sistem pembelajaran mahasiswa Farmasi UAD. Acara ini diikuti oleh 450 peserta yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa baik dari Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Keperawatan dan Fisioterapi. Turut hadir Dekan Fakultas Farmasi UAD Dr.Dyah Aryani P.PhD.,M.Si.,Apt dan Dekan FKM Lina Handayani, SKM,M.Kes., Ph.D. Pada kesempatan tersebut yang diundang sebagai pembicara adalah Dr. Shiela May Jayme Nacabu-an, RPh, MHPEd dari college of Pharmacy University of Phillippines (UP)  Manila yang juga merupakan Koordinator IPE di UP Manila.

Mengacu pada definis IPE menurut WHO (1988) adalah sebuah proses pembelajaran antara berbagai mahasiswa kesehatan atau tenaga kesehatan dengan berbagai latar pendidikan dengan tujuan utama adalah interaksi antar sesama dan berkolaborasi untuk menghasilkan usaha kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dan usaha kesehatan lainnya. Dengan konsep kesehatan berbasis patients-centered dimana pasien adalah yang utama, tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan segala kemampuannya untuk pasien

Dalam paparannya, Dr. Shiela menyampaikan IPE sangat penting terutama untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana seorang tenaga kesehatan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lain. Hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri serta kesadaran terhadap peran dan rasa hormat pada tenaga kesehatan yang lain. Mahasiswa akan mendapat capaian pembelajaran yang lebih baik dengan praktek kolaborasi dan akan terbawa ketika mereka berada didunia kerja nanti dan menghasilkan Interprofessional Collaboration (IPC) yang baik.

Dalam seminar tersebut juga dipaparkan oleh Dr Shiela Penerapan IPE di Manila dilaksanakan dengan mengirimkan mahasiswa magang/internship pada suatu komunitas dimana mahasiswa farmasi akan bertemu dan berinteraksi dengan mahasiswa kesehatan yang lain seperti kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, dan fisioterapi. Dr. Shiela menambahkan  untuk mulai melaksanakan IPE, koordinasi dengan komunitas seperti Rumah sakit dan institusi Pendidikan kesehatan yang lain merupakan kunci. Diperlukan waktu yang cukup bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan IPE dengan aktivitas Bersama, diskusi kelompok dengan tenaga kesehatan lain dan saling memberikan feedback dan evaluasi sehingga menciptakan IPC yang baik.

Dr.Dyah dalam kesempatan tersebut menyampaikan “Mengawali sesuatu yang baru memang tidak mudah. Keluar untuk mendapat suatu model juga tidak mudah ,Menggandeng partner yang mempunyai satu visi dan misi tidak mudah Selalu berawal dari sesuatu yang kecil
Namun dari yang kecil akan menjadi besar, will be the starting point of respectfull of other health professiona.  Let’s do the best. (Deasy Vanda_Humas Farmasi UAD).