Yogyakarta-Pengambilan sumpah Apoteker baru Angkatan XXXII Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berjalan lancar dan khidmat yang dilaksanakan di Jogja Expo Center (JEC) Senin, (09/10/2017). Pengambilan sumpah Apoteker tersebut diikuti oleh 155 apoteker baru yang telah lulus Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI). Hadir dalam acara tersebut Rektor UAD Dr. Kasiyarno M.Hum, Dekan Fakultas Farmasi UAD Dr. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si., Ph.D., Apt, Kepala Prodi PSPA UAD Dr. Moch. Saiful Bachri, M.Si., Apt., Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) DIY Nanang Munif Yaasin, M.Pharm., Apt, Perwakilan Dinkes DIY Dra. Hardiah Djuliani, M.Si., Apt, dan Suzana Indah Astuti, M.Si., Apt dari Komisi Farmasi Nasional (KFN).

Prestasi gemilang ditorehkan salah satu Apoteker angkatan 32 dengan memperoleh nilai UKAI tertinggi Nasional. Apoteker Liliany Fathonah, S.Farm., Apt. memperoleh nilai UKAI 84 dari nilai batas lulus nasional 46,21. UKAI merupakan Ujian kompetensi nasional yang harus diikuti oleh semua calon Apoteker sebagai syarat untuk lulus dan dapat diambil sumpahnya sebagai Apoteker untuk menjalankan pekerjaan keprofesiannya. Selain prestasi nasional sebagai peraih nilai UKAI tertinggi, Liliany  juga meraih Indeks prestasi tertinggi yaitu 3,94, prestasi yang patut diapresiasi dari liliany sapaan akrabnya.

Hal yang membanggakan juga dari lulusan Apoteker angkatan XXXII ini Sebanyak 30% dari seluruh Apoteker baru telah diterima bekerja, baik di Apotek, Rumah Sakit  maupun Industri. Dalam sambutannya Dekan Fakultas Farmasi UAD Dr . Dyah Aryani Perwitasari,  P.hD, Apt menyampaikan, Apoteker baru diharapkan dapat kembali ke daerah asal untuk dapat membantu membangun dan memajukan daerah masing-masing karena Apoteker baru ini banyak yang berasal dari luar DIY. Pengurus Daerah IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) DIY, yang diwakili oleh Dr.Nanang Munif Yasin, M.Pharm Apt menekankan, Apoteker baru harus mampu menerapkan tiga hal yaitu Adaptable (mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan), Professional dalam menjalankan pekerjaannya dan Terlatih dengan terus meng-upgrade kemampuan yang dimiliki.

 

Sedangkan sambutan dari Dinkes Dra, Hardiah menyampaikan,  sebagai Apoteker harus benar-benar melaksanakan tugas dan kewajiban secara bertanggung jawab dan menjaga kode etik kefarmasian. Selain itu ,Apoteker juga harus mendukung program-program kesehatan dari pemerintah terutama di era JKN ini. Salah satu program dari Kementrian kesehatan yang saat ini perlu digalakkan Program Gema Cerma (Gerakan  Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Apoteker yang dianggap memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai obat yang lebih dibandingkan profesi kesehatan lain harus menjadi pioneer atau pelopor dan berada di garda depan dalam menyukseskan program tersebut. Apoteker harus memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan obat dengan cerdas dan bijak.  Apoteker juga diharapkan dapat bekerja secara sinergis dengan tenaga kesehatan yang lain sehingga masyarakat yang sehat dapat tercipta dengan lebih baik.

 

Sambutan terakhir disampaikan Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum.  dengan mengucapkan selamat dan terimakasih karena prestasi yg telah ditorehkan oleh apoteker baru dan telah turut mengharumkan nama UAD. Kesuksesan yg diraih alumni tidak lepas juga dari kerja keras para dosen. Di abad yg dikenal dg abad “Distructive” sebagai apoteker harus mampu menganalisis permasalahan, memberikan solusi terhadap suatu masalah serta kemampuan berkomunikasi yg baik dg pasien maupun dengan tenaga kesehatan yang lain sehingga dapat menjadi seorang Apoteker yang unggul. (Deasy Vanda)