PENYULUHAN KESEHATAN KULIT DAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN PADAT HANDMADE DI TURI, SLEMAN YOGYAKARTA

Yogyakarta – Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Fakultas Farmasi UAD mengadakan Pelatihan Pembuatan Sabun Handmade pada Jumat- Sabtu (13-14/07/2018). Pelatihan tersebut ditujukan kepada ibu-ibu anggota Aisyiyah di Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Yogyakarta dan diikuti oleh kurang lebih 50 peserta. Program pengabdian masyarakat ini dilakssanakan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitass Ahmad Dahlan (LPPM UAD) dan Pengurus Ranting Aisyiyah (PRA) di Kecamatan Turi Sleman. Tim Dosen Farmasi UAD yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Aprilia Kusbandari, M.Sc., Apt., Lina Widiyastuti, M.Sc., Apt., dan Deasy Vanda Pertiwi, M.Sc., Apt. Sebelum dilakukan pelatihan, peserta diberikan penyuluhan dan penjelasan mengenai materi kesehatan kulit dan pengenalan mengenai sabun. Masyarakat secara umum hanya mengetahui macam dan manfaat sabun yang biasa digunakan sehari-hari. Sehingga dalam hal ini , tim penyuluh menyampaikan kepada peserta mengenai bahan-bahan pembuat sabun, sifat masing-masing bahan, cara pembuatan sabun, manfaat dan efek dari penggunaan sabun yang bermacam macam bentuk dan sifatnya.

Setelah dilakukan  penyuluhan, peserta diajak untuk secara langsung membuat sabun batang atau padat handmade yang mudah dipraktekkan dengan bahan-bahan yang sederhana. Dalam pelatihan pembuatan sabun ini, juga disampaikan bahwa pada pembuatan sabun dapat ditambhakna bahan- bahan alam disekitar untuk menambah fungsi dan manfaat dari sabun yang digunakan. Misalnya pembuatan sabun yang ditambahkan dengan rebusan air daun sirih akan menambah manfaat sabun sebagai antiseptic. Setelah pelatihan pembuatan sabun, dilanjutkan dengan pelatihan pengemasan sabun. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan ketrampilan bagi peserta bahwa sabun tidak hanya digunakan sebagai bahan pembersih saja, tapi dengan melakukan pengemasan yang baik dan menarik sabun dapat dijadikan sebagai produk yang menarik untuk dipasarkan. Sabun dengan bentuk, warna dan kemasan yang unik dan menarik, selain digunakan sebagai pembersih biasa dapat pula dipasarkan menjadi souvenir yang unik. (DV)