DOSEN FARMASI UAD BERSAMA MAHASISWA KKN PPM

MELATIH IBU-IBU DESA NGLEGI MENGOLAH EMPON-EMPON MENJADI

MINUMAN KESEHATAN

             Potensi melimpahnya hasil empon-empon di desa Nglegi, Patuk, Gunungkidul belum dapat menaikkan pendapatan keluarga secara signifikan, salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat akan pengolahan bahan alam tersebut. Empon-empon yang dihasilkan di desa Nglegi, khususnya dusun Nglagah, Padangan dan Geduro berupa kunyit, jahe, temulawak, kunyit putih dan serai.  Semua empon-empon tersebut dari banyak penelitian terbukti berpotensi untuk dikembangkan menjadi antioksidan dalam bentuk sediaan minuman kesehatan.   Antioksidan ditengarai dapat menangkal atau melokalisir radikal bebas (karsinogenik) akibat mengkonsumsi makanan atau lingkungan yang kurang sehat.

Dari uraian di atas, KKN PPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan Kemenristekdikti melaksanakan program pelatihan mengolah empon-empon menjadi minuman kesehatan dalam bentuk serbuk instan, sirup dan the herbal pada ibu-ibu di padukuhan Nglagah, Padangan dan Geduro. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program KKN PPM dengan tema PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENGOLAHAN EMPON-EMPON MENJADI MINUMAN KESEHATAN BERBASIS ZERO`WASTE HOME INDUSTRY. Program tersebut dikoordinasi oleh Dr. iis Wahyuningsih, MSi, Apt dan Lina Widiyastuti, MSC, Apt, staf pengajar Fakultas Farmasi UAD. Serbuk instan dipilih karena selain praktis dalam penggunaan juga memiliki stabilitas/ketahanan yang lebih lama, sedangkan sirup dipilih karena proses pembuatannya sederhana, kemungkinan kegagalan dalam proses pembuatannya pun sangat kecil. Empon-empon yang diolah menjadi the celup adalah daun serai. Pelatihan dilakukan pada tanggal, 6, 8, 11 dan 12 Agustus di masing-masing padukuhan. Pelatihan diikuti sekitar 50 ibu-ibu di setiap  dusun dan melibatkan 27 mahasiswa dari berbagai program studi.