SUMPAH APOTEKER ANGKATAN XXXIV FAKULTAS FARMASI UAD

Yogyakarta – Pada Sabtu (29/09/2018) dilaksanakan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan  XXXIV , Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UAD di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta. Pada kesempatan ini, sebanyak 127 apoteker baru disumpah oleh Fakultas  Farmasi UAD. Hadir dalam acara tersebut Dr. Dyah A. Perwitasari, M.Si., Ph.D., Apt (Dekan Fakultas Farmasi UAD), Dr. Abdul Fadlil, M.T (WR3 Bidang Kemahasiswaan UAD), Drs. Nurul Fallah Eddy Pariang, Apt. (Mewakili Komite Farmasi Nasional, sekaligus Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia), Dr. Nanang Munif Yasin, M. Pharm., Apt (Ketua PD IAI DIY) dan Wakil Dinas Kesehatan Provinsi DIY.  Pada sambutannya, Dr. Nanang menyampaikan bahwa apoteke yang baru disumpah ini akan menambah kekuatan bagi apoteker indonesia. Apoteker harus senantiasa SIAP: Skill harus selalu ditingkatkan, melakukan Inovasi dalam pelayanan, apalagi di era revolusi industri 4.0. Attitude, hormat pada senior dan sejawat. Di lafal sumpah disebutkan “walaupun diancam”, harus di implementasikan betul dan selalu dijaga. Profesional, bekerja dg bertanggung jawab. Drs. Nurul Fallah dalam sambutannya menyampaikan bagaimana praktik kefarmasian telah diatur dalam UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam menjalankan praktik kefarmasian, apoteker harus selalu mentaati peraturan dan ketetapan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi DIY dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa apoteker sebagai tenaga kesehatan juga harus tahu program-program kesehatan yang tengah digalakkan pemerintah. Program prioritas pemerintah saat ini antara lain Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga. Ada 3 pilar: gerakan masyarakat sehat, terutama diterapkan oleh layanan kesehatan primer. Pendekatan promotif dan preventif lebih di kedepankan daripada pelayanan kuratif. Apoteker dapat berperan dalam program tersebut dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yg bijak, baik dan benar. Pelayanan kefarmasian yg komprehensif untuk mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional.

Dr. Dyah dalam sambutannya mengungkapkan terimakasi kepada para orang tua apoteker baru yang telah percaya menitipkan anak-anak mereka untuk belajar di Fakultas Farmasi UAD. Beliau juga menyampaikan, setelah lulus dari UAD, para alumni mempunyai ciri,khususnya Farmasi adalah bisa bersinergi untuk berkarya di seluruh indonesia. Salah satu contohnya dengan mendirikan klinik Mu-UAD di Lampung. Pessan eliau kepada appoteker-apoteker baru “Ketika pulang ke daerah masing-masing, hubungi alumni, aktif dan kompak untuk ikut dalam kegiatan alumni”. Para apoteker baru berprestasi dengan IPK dan nilai UKAI tertinggi mendapat penghargaan dari BNI Syariah, KAMADA Farmasi dan Program Studi. (DV)