Yogyakarta – Rabu 21 Desember, 2017 Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan berhasil melaksanakan kuliah tamu bersama PROF. DR. IRWANDI JASWIR dari International Islamic University Malaysia dengan tema Gelatin dalam produk obat “perspektif kehalalannya terkait sumber”. Sebuah tema yang membahas tentang adanya gelatin dalam produk obat dengan peninjauan kehalalan sumber didapatkan gelatin tersebut.

Dalam kuliah tersebut Prof. Irwandi memaparkan bahwa “ peluang bisnis berorientasi halal sangat menggiurkan terutama di Indonesia”  Prof. Irwandi mengajak mahasiswa untuk berfikir bisnis tersebut karena jangan sampai peluang tersebut diambil alih oleh pengusaha pengusaha non muslim yang hanya berorientasi bisnis, maka dari itu diharapkan muncul generasi-generasi muda muslim yang siap bersaing dengan peluang bisnis tersebut yang tentunya pebisnis muslim tidak hanya berorientasi bisnisnya saja namun tentu ada nilai-nilai islam di dalamnya.

Prof. Irwandi juga mengatakan hijrah kepada penciptaan produk-produk halal merupakan salah satu “strategi jihad” oleh kaum muslimin untuk menerapkan ajaran islam dengan sebenar – benarnya. Hal ini sesuai dengan konteks pembahsan bahwa sebagai seorang farmasis hendaknya mampu membuat produk-produk farmasi termasuk di dalamnya bahan pendukung produk farmasi yakni Gelatin.

Dalam pemaparannya Prof. Irwandi mengatakan ada dua konsep dalam produk yaitu “halal dan haram”  yang artinya jika sebuah produk tidak halal berarti haram. Untuk penetapan produk halal ada tiga hal yang perlu di analisis mulai dari raw material (bahan baku dan segala hal yang berkaitan dengan bahan baku), processing ( proses pembuatan nya mulai dari awal sampai akhir produk jadi), bahan yang menempel dengan produk tersebut. Proses tersebut hendaknya menjadi pengawalan terhadap munculnya suatu produk halal.

Gelatin adalah zat kimia padat, tembus cahaya, tak berwarna, rapuh (jika kering), dan tak berasa, yang didapatkan dari kolagen yang berasal dari berbagai produk sampingan hewan. Sumber utama adanya gelatin adalah tulang hewan dan kulitnya. Menurut beberapa literatur mengatakan bahwa Pada tahun 2007, produksi gelatin dunia didominasi dari gelatin kulit babi yaitu sebesar 46 persen. Sisanya sebanyak 29,4 persen dari kulit sapi, 23,1 persen dari campuran tulang babi dan sapi, dan 1,5 persen dari tulang ikan, kerang, dan lain-lain. Dapat dilihat penggunaan bahan baku pembuatan gelatin terbesar adalah menggunakan babi yang dalam islam tertera jelas bahwa  خِنْزِيْرٌ adalah haram.

Farmasis muda yang lahir dari Universitas Ahmad Dahlan hendaknya berpikir jangka pendek menengah dan panjang dalam rangka usaha penyiapan produk gelatin terutama cangkang kapsul yang banyak digunakan dalam produk obat. Ini tentunya menjadi lahan jihad yang dapat dilakukan oleh cendekiawan muslim yang memiliki moral, intelektual dan integritas yang menjadi motto Universitas Ahmad Dahlan.

Pada slide terakhir Prof.Irwandi kembali memberikan energi positif .Prof irwandi merupakan ilmwan asal Indonesia yang karya nyatanya begitu banyak beliau termasuk urutan ke 3 ilmuan asal Indonesia yang mendunia. (DN & TR)