Yogyakarta – Senin (26/03/2018), Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXXIII. Pengambilan Sumpah Apoteker yang digelar di Hotel Eastparc ini diikuti oleh 126 Apoteker baru. Dalam kesempatan turut hadir tamu undangan dari jajaran Rektorat Universitas Ahmad Dahlan, IAI PD DIY, Dinas Kesehatan DIY, Komite Farmasi Nasional (KFN), Preseptor, dan Perwakilan Fakultas Farmasi se-DIY. Apoteker baru yang diambil sumpah sudah melaksanakan PKPA di berbagai tempat praktek kefarmasian, mengikuti Ujian Komprehensif dan Uji Kompetensi Apoteker Indonesia secara Nasional. Dalam sambutannya, Dr. Dyah Aryani Perwitasari, P.hD, Apt (Dekan Farmasi UAD) menyampaikan bahwa dari keseluruhan apoteker yang diambil sumpah, hanya sekitar 10% yang berasal dari DIY. Dengan demikian, apoteker-apoteker baru yang berasal dari daerah diharapkan dapat kembali ke daerah asal dan membangun daerah masing-masing.

Perwakilan IAI PD DIY, Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt menyampaikan dalam sambutannya bahwa sebagai Apoteker baru harus SIAP (Skill, Innovation, Adaptable, Profesional). Artinya, Apoteker harus memiliki skill dan harus selalu diupgrade. Yang kedua, apoteker harus siap berinovasi. Saat ini, berkembangan dan persaingan apoteker sangat ketat, sehingga diperlukan inovasi agar dapat bertahan dalam persaingan tersebut. Yang ketiga, apoteker harus mudah beradaptasi, terutama menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang menunjang keprofesian. Yang keempat,  sikap profesional dan bertanggung jawab harus dimiliki apoteker dengan tidak mengesampingkan nilai etis dan moral. Fakta menarik disampaikan perwakilan KFN, Dr. Umi Athijah, MS., Apt bahwa dari data yang dimiliki KFN sebanyak 78% dari apoteker di selluruh Indonesia adalah perempuan. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam menjalankan profesi ini dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi. Menanggapi sambutan Dr. Dyah, beliau menyampaikan bahwa pemerataan daerah asal dari apoteker-apoteker baru ini diharapkan akan membantu program yang dicanangkan pemerintah yaitu Nusantara Sehat selaras dengan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Apoteker-poteker baru yang sudah melalui Uji Kompetensi ini diharapkan dapat terus melanjutkan semangat juang untuk berpraktek tanpa mengesampingkan attitude dalam menjalankan praktek keprofesian.

Dra. Hardiah Djuliani, M.Si., Apt mewakili Dinas Kesehatan Propinsi DIY menyampaikan, Program Nusantara Sehat sesuai dengan Nawacita yang dicanangkan pemerintah harus diwujudkan dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, terutama tenaga kesehatan. Program tersebut meliputi tiga program utama, yang pertama Paradigma sehat. Kondisi saat ini menuntut masyarakat untuk tidak hanya sekedar memikirkan kuratif dan rehabilitative, tapi juga preventif dan promotive. Hal tersebut berhubungan dengan semakin tingginya biaya pengobatan yang semakin mahal. Yang kedua, rasionalisasi penggunaan antibiotik untuk mengurangi resiko resistensi perlu banar-benar dilaksanakan. Peningkatan mutu imunisasi dengan menjamin ketersediaan dan pengelolaan vaksin juga menjadi peran penting apoteker. Yang ketiga, stanting merupakan permasalahan yang harus diwaspadai terutama menyangkut masa depan generasi bangsa. Peran apoteker juga diperlukan dalam hal ini, terutama dalam program Kampanye Gizi Nasional. Dalam kesempatan yang sama, Dr. Abdul Fadlil, M.T selaku Wakil Rektor 3 UAD menyampaikan Fakultas Farmasi sebagai salah satu fakultas unggulan di UAD. Sudah banyak prestasi yang diukir baik oleh mahasiswa maupun dosen. Diharapkan prestasi tersebut akan terus ditingkatkan dan dipertahankan.(DV-Humas fak Farmasi)