Farmasi UAD Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional Bersama PCIM dan PCIA Jepang
Yogyakarta, 24 Januari 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat global melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional yang dikemas dalam Seminar Series yang terdiri dari beberapa program acara dengan tema “Healthy and Halal Living: Literasi Kesehatan, Produk Halal, dan Keamanan”.
Kegaiatan pertama yakni Seminar Series (SERI) 1 bertema “Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal dan Pencegahan Penyakit Kronis”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring (online) dan merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Farmasi UAD, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang, dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua PCIM Jepang yang dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilakukan merupakan tanggung jawab Pendidikan yang harus dirasakan kebermanfaatan di seluruh lapisan Masyarakat dan bangga bisa bekerjasama dan berkolaborasi Bersama Fakultas Farmasi UAD.

Seminar yang berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 08.00–10.00 WIB (10.00–12.00 JST) ini diikuti oleh sekitar 50 peserta, yang terdiri dari masyarakat muslim di Jepang, serta peserta dari Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap isu kesehatan, pemanfaatan herbal, dan gaya hidup sehat berbasis bukti ilmiah.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Farmasi UAD, yaitu:
- Prof. Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si., yang menyampaikan materi mengenai kewaspadaan terhadap penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, termasuk faktor risiko, dampak jangka panjang, serta pentingnya pencegahan melalui gaya hidup sehat.
- apt. Syarifatul Mufidah, Ph.D., yang membahas pemanfaatan obat herbal untuk penyakit kronis, meliputi tren penggunaan herbal di berbagai negara (seperti jamu di Indonesia dan kampo di Jepang), bukti ilmiah manfaat herbal, serta catatan penting terkait keamanan penggunaan herbal, dosis, dan potensi interaksi dengan obat sintetis.
Dalam pemaparannya, para pemateri menekankan bahwa edukasi penyakit kronis itu penting karena berkaitan dengan upaya pencegahan dan deteksi dini yang bisa dilakukan. Selain itu dipaparkan juga bahasan terkait tanaman herbal dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan, selama digunakan secara rasional, aman, dan berbasis bukti ilmiah. Edukasi ini menjadi sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, baik di Indonesia maupun di komunitas diaspora Indonesia di luar negeri.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tema besar “Healthy and Halal Living: Literasi Kesehatan, Produk Halal, dan Keamanan”, yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai kesehatan holistik, termasuk pemilihan produk herbal dan gaya hidup yang sehat serta sesuai prinsip kehalalan. Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi interaktif yang berlangsung aktif, dengan berbagai pertanyaan terkait penggunaan herbal dalam kehidupan sehari-hari, keamanan konsumsi jangka panjang, serta praktik yang aman bagi penderita penyakit kronis. Selain memperoleh materi edukatif, peserta juga mendapatkan e-sertifikat, kesempatan voucher apresiasi bagi nilai post-test tertinggi dan partisipan yang paling aktif dalam berdiskusi, serta wawasan praktis yang dapat diterapkan langsung.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UAD berharap dapat terus memperluas kontribusi nyata dalam pengabdian masyarakat internasional, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di luar negeri. Ke depan, kegiatan Seminar Series ini direncanakan akan berlanjut dengan tema-tema strategis lain yang relevan dengan isu kesehatan global dan kebutuhan Masyarakat.


