Tingkatkan Kesadaran Gizi Keluarga, Mahasiswa Farmasi Beri Edukasi Bahan Tambahan Pangan Kepada Ibu-ibu PKK Kampung Basen
YOGYAKARTA – Kelompok mahasiswa program studi Farmasi sukses menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) berjudul “Edukasi Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam Makanan Cepat Saji dan Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh”. Kegiatan ini ditujukan kepada 41 anggota ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Purbayan, Kampung Basen, RW 04, pada hari Minggu (10/5) pukul 16.00 WIB.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh tim promosi kesehatan yang beranggotakan enam mahasiswa, yaitu Ep Fathaya HAAU selaku Ketua adapun anggotanya yaitu Dewinda Nabila, Muzfirah Hilmiyah, Zulfahmi M, Marsha Anastasya, Fira Dwi Salshabirah. Program edukasi ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu, Ibu Iin Narwanti M.Sc., PH.D. Pemilihan tema dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat konsumsi makanan instan di lingkungan keluarga yang seringkali mengandung zat pengawet, pewarna buatan, dan penguat rasa sintetik secara berlebihan.

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menggunakan media presentasi PowerPoint (PPT) untuk mempermudah pemahaman peserta. Melalui visualisasi tersebut, para anggota PKK diajak untuk mengenali jenis-jenis BTP secara langsung, serta memahami dampak negatifnya terhadap kesehatan organ tubuh apabila dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Sosialisasi ini berlangsung secara komunikatif dan interaktif, terutama saat memasuki sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias menanyakan hal-hal praktis yang berkaitan dengan aktivitas memasak sehari-hari di dapur. Salah satu topik yang paling banyak ditanyakan oleh ibu-ibu PKK adalah mengenai takaran yang tepat dan aman dalam penggunaan garam maupun Monosodium Glutamat (MSG) atau penyedap rasa.

Menanggapi pertanyaan tersebut, tim mahasiswa memberikan penjelasan komprehensif mengenai batasan aman konsumsi harian untuk gula, garam, dan zat aditif sesuai dengan anjuran standar kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga membagikan kiat menyiasati cita rasa masakan agar tetap gurih dan lezat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.
Sebagai indikator terukur untuk melihat keberhasilan program edukasi, tim pelaksana juga mengadakan evaluasi melalui pengisian lembar pre-test di awal acara dan post-test di penghujung kegiatan. Berdasarkan hasil perhitungan evaluasi tersebut, tercatat adanya peningkatan pemahaman materi pada peserta. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata sebesar 0,53 poin dari pre-test ke post-test, atau setara dengan persentase peningkatan sebesar 3,87%. Angka positif ini menunjukkan bahwa materi edukasi yang disampaikan mampu diserap dengan baik oleh sasaran kegiatan.

Melalui kegiatan promosi kesehatan, diharapkan tingkat kesadaran dan literasi gizi ibu-ibu PKK Kelurahan Purbayan semakin meningkat. Wawasan yang telah dibagikan diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung oleh para ibu sebagai garda terdepan keluarga, sehingga mampu menyajikan hidangan yang aman, sehat, dan bergizi setiap harinya.


