Promosi Kesehatan dan Edukasi Pertolongan Pertama pada Kondisi Kegawadatdaruratan SMK Kesehatan Pelita Bangsa Yogyakarta

YOGYAKARTA, Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) bertema “Pertolongan Pertama pada Kondisi Kegawatdaruratan” pada Rabu, 6 Mei 2026, di SMK Kesehatan Pelita Bangsa. Kegiatan ini didampingi oleh Prof. Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, M.Si. selaku dosen pendamping dan turut dihadiri oleh Dr.rer.nat. apt. Sri Mulyaningsih, M.Si. Pelaksanaan kegiatan didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan pentingnya meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah-langkah pertolongan pertama serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang bertajuk Promosi Kesehatan (Promkes): Edukasi Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi interaktif, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi melalui lembar Pre-test dan Post-test. Adapun cakupan materi edukasi yang disampaikan kepada sasaran peserta, yaitu sebanyak 13 siswa aktif SMK Kesehatan Pelita Bangsa, meliputi pemeriksaan kesadaran korban, Airway, Breathing, Circulation (ABC), bantuan hidup dasar (BHD), penanganan perdarahan, pembalutan, pembidaian, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta evakuasi korban.

Berdasarkan hasil pengujian materi sebelum dan sesudah intervensi, diperoleh data capaian pemahaman yang menunjukkan perkembangan positif. Jumlah peserta yang mengikuti evaluasi bersifat konsisten yaitu sebanyak 13 siswa, dengan capaian nilai maksimum yang stabil di angka 70 pada sesi pre-test maupun post-test. Keberhasilan edukasi ini terlihat nyata pada indikator rata-rata nilai pemahaman siswa yang mengalami peningkatan bermakna, dari angka 60 pada saat pre-test naik menjadi 66 pada saat post-test.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar atas kerja sama penuh dari pihak sekolah dalam membantu koordinasi dan penyediaan tempat. Hasil post-test tersebut merefleksikan adanya peningkatan nyata pemahaman siswa mengenai kegawatdaruratan, peningkatan kesiapsiagaan, kepedulian sosial, serta pencerminan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan melalui sikap tolong-menolong.


