Mahasiswa Farmasi UAD Dorong Kesadaran Masyarakat RT 27 Warungboto Melalui Promosi Kesehatan Bertema “Urin Bukan Sekadar Buangan : Kenali tanda ginjal bermasalah”

YOGYAKARTA – Tim Promosi Kesehatan Farmasi UAD yang terdiri dari Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar promosi kesehatan bertema “Urin Bukan Sekadar Buangan: Kenali Tanda Ginjal Bermasalah” di RT 27 Warungboto, Yogyakarta, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pukul 07.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengenali perubahan urin sebagai salah satu tanda yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan ginjal. Kegiatan dilaksanakan oleh Fahira Aditya Siregar, Intan Siswulandari, Zaen Safyra, Rifkah Salma, Ghefira Shifa, dan Nadine Nurfaradise, di bawah bimbingan apt. Lolita, M.Sc., Ph.D.
Promosi kesehatan ini berlangsung bersamaan dengan agenda rutin warga RT 27, yaitu jalan sehat, yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai kelompok usia. Momentum tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk menyampaikan edukasi kesehatan secara santai dan interaktif.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa perubahan pada urin, seperti warna, bau, jumlah, dan frekuensi buang air kecil, perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perubahan yang tidak biasa serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila kondisi tersebut berlangsung atau disertai keluhan lain.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UAD berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan ginjal, mampu mengenali perubahan kondisi tubuh sejak dini, serta terdorong menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan.
Setelah kegiatan jalan sehat selesai, mahasiswa membagikan stiker deteksi warna urin kesemua peserta dan dilanjutkan dengan penyampaian materi promosi kesehatan oleh Nadine Nurfaradise dan Intan Siswulandari sebagai pemateri. Sebelum materi disampaikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pretest yang dikemas secara interaktif melalui pernyataan “setuju” atau “tidak setuju” terkait mitos dan fakta seputar kesehatan ginjal. Pada tahap awal, masih banyak peserta yang memilih jawaban “setuju” pada beberapa pernyataan karena belum memperoleh informasi yang benar mengenai kesehatan ginjal. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga fungsi ginjal serta mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal melalui perubahan karakteristik urin
Setelah penyampaian materi, peserta kembali diberikan pernyataan yang sama sebagai posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang ditandai dengan perubahan jawaban menjadi lebih sesuai dengan materi yang telah diberikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif yang diterapkan mampu membantu peserta memahami informasi yang disampaikan dengan lebih baik.

Pemateri juga mengadakan sesi tanya jawab yang terdiri atas tujuh pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan. Peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif mengikuti setiap sesi sehingga suasana promosi kesehatan berlangsung dengan interaktif, menyenangkan, dan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UAD berharap masyarakat semakin menyadari bahwa urin bukan sekadar hasil akhir metabolisme tubuh, tetapi juga dapat menjadi indikator penting kondisi kesehatan ginjal. Dengan mengenali tanda-tanda gangguan ginjal sejak dini serta menerapkan pola hidup sehat, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan ginjal dan mencegah terjadinya penyakit ginjal di kemudian hari.



