Kenali Resep Dokter untuk Meningkatkan Keamanan Penggunaan Obat
YOGYAKARTA-Tim Promosi Kesehatan Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan edukasi mengenai cara mengenali dan memahami resep dokter kepada ibu-ibu paguyuban di Masjid Al-Ikhlas, Jl. Wonosari, Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman, pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan ini didampingi oleh Dr. apt. Arif Budi S., M.Sc., menurutnya tujuan kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai informasi dalam resep dokter serta penggunaan obat secara aman dan tepat.
Ibu-ibu paguyuban dipilih sebagai sasaran karena memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai informasi yang tercantum dalam resep, mulai dari nama obat, dosis, frekuensi penggunaan, hingga waktu penggunaan obat.

Dengan edukasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memandang resep sebagai dokumen untuk memperoleh obat, tetapi juga memahami informasi yang tercantum di dalamnya. Pemahaman yang baik dapat membantu mencegah kesalahan penggunaan obat, seperti ketidaktepatan dosis dan waktu penggunaan maupun penghentian pengobatan sebelum waktunya. Melalui kegiatan Promosi Kesehatan Farmasi UAD, mahasiswa berupaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat agar lebih cermat dalam memahami informasi obat serta mampu menerapkannya secara aman dan tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan promosi kesehatan ini mendapat respons yang sangat positif dari para peserta. Ibu-ibu paguyuban menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dengan aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan terkait resep dokter dan aturan pakai obat. Interaksi yang terjalin selama penyuluhan menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dirasakan bermanfaat dan dekat dengan permasalahan yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, tim penyelenggara juga memberikan doorprize berupa paket sembako kepada peserta yang aktif selama sesi diskusi. Suasana yang komunikatif dan penuh antusiasme tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan rasional dalam lingkungan keluarga.


