Edukasi Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan dan Jamu Bersama Gerakan Perempuan Mengaji PRA Kemetiran Kidul

YOGYAKARTA, Tim Promosi Kesehatan Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Bahan Kimia Berbahaya pada Makanan dan Jamu” bersama ibu-ibu Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) PRA Kemetiran Kidul pada 16 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Danoedjo As-Sudairi, Jl. Jogonegaran No. 23, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, dengan pendampingan Prof. Dr. apt. Any Guntarti, M.Si. selaku dosen pendamping.
Prof. Dr. apt. Any Guntarti, M.Si. selaku dosen pendamping menyebutkan bahwa edukasi mengenai keamanan pangan dan obat tradisional penting dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi. Masyarakat perlu memperhatikan kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai risiko bahan kimia berbahaya pada pangan dan jamu, seperti formalin, boraks, rhodamin B, metanil yellow, serta bahan kimia obat (BKO) yang disalahgunakan dalam produk jamu.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan juga dilengkapi demonstrasi uji sederhana sebagai pengenalan metode deteksi formalin pada makanan menggunakan kertas kurkumin dan larutan kalium permanganat (KMnO₄). Melalui demonstrasi tersebut, peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai pentingnya keamanan pangan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi, terutama melalui pertanyaan mengenai keamanan jamu tradisional, ciri-ciri makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan produk yang dicurigai tidak aman.
Melalui kegiatan Promkes Farmasi UAD, mahasiswa mendorong peserta untuk turut menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat semakin cermat dalam memilih makanan dan jamu yang aman, bermutu, serta bebas dari bahan kimia berbahaya.



