Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Pendukung Neuroproteksi Untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat pada Ibu-Ibu PKK di Dusun Wanujoyo Lor, Piyungan, Bantul
BANTUL- Mahasiswa Program Studi S1-Farmasi Universitas Ahmad Dahlan telah melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) dengan tema “Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Pendukung Neuroproteksi Untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Daya Ingat” pada Sabtu 02, Mei 2026 di Dusun Wanujoyo Lor RT 06, Piyungan, Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-Ibu PKK setempat bersama Dr.drh.Sapto Yuliani,M.P selaku Dosen Pendamping dan mahasiswa pelaksana yaitu Puti Anugrah Mahardita selaku ketua, dengan anggota Hanun Aisyah, Ghina Isna Novijayanti, Lismalindo Hergi Nenggarjati, dan Agnesia Artika Sari Devi.

Pemilihan tema dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan daya ingat sejak dini. Selain itu pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pendukung kesehatan masih memerlukan edukasi yang tepat agar penggunaan aman, rasional, dan berdasarkan bukti ilmiah. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan otak, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta potensi tanaman herbal sebagai pendukung neuroproteksi.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan sederhana berupa pengukuran tekanan darah, berat badan, dan kadar gula darah sebagai bentuk pemantauan kondisi kesehatan. Selanjutnya tim mahasiswa menyampaikan materi presentasi dengan menggunakan media PowerPoint (PPT) agar lebih mudah dipahami. Meteri yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan otak dan daya ingat, faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi kognitif, pemanfaatan tanaman herbal seperti pegagan, daun kelor, jahe, kemangi, dan bawang putih sebagai pendukung neuroptoteksi, serta praktik senam otak sebagai salah satu metode non-farmakologis untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Materi yang disampaiakn secara interaktif melalui penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami manfaat, cara penggunaan, serta keamanan tanaman herbal berdasarkan informasi ilmiah yang tepat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan pasrtisipasi yang baik dengan mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pemeriksaan kesehatan, penyampaian materi, senam otak hingga sesi diskusi dengan tanya jawab. Sebagai bentuk evaluasi, tim mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah penyampaian materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatab otak, neuroproteksi, dan pemanfaatan tanaman herbal. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat diterima dan dipahami dengan baik.
Kendala yang ditemukan selama kegiatan adalah sebagian peserta mengalami kesulitan dalam mengakses dan mengisi pre-test maupun post-test berbasis Google Form karena keterbatasan dalam penggunaan teknologi digital. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui pendampingan langsung oleh tim mahasiswa sehingga peserta dapat mengikuti proses evaluasi dengan baik.

Secara keseluruhan kegiatan promosi kesehatan berjalan dengan lancer dan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan daya ingat pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung neuroproteksi serta penerapan senam otak sebagai upaya menjaga fungsi kognitif.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat menerapkan informasi yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, memanfaatkan tanaman herbal dengan tepat, serta melakukan aktivitas yang dapat mendukung kesehatan otak berkelanjutan. Selain itu peserta diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar.



