Farmasi UAD Edukasi Dasawisma Sonopakis Kidul, Wujudkan Hidup Sehat melalui Pangan Bebas Boraks

Yogyakarta, 20 Mei 2026 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan, Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan bertajuk “Kenali Bahan Kimia Berbahaya Dalam Makanan Yang Dikonsumsi Sehari-hari”. Kegiatan ini dilaksanakan di Sonopakis Kidul, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Ibu-Ibu Dasawisma Sonopakis Kidul sebagai mitra kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing, Dr. apt. Dwi Utami, M.Sc., serta melibatkan tim mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang terdiri atas Leondita Chintia Maharani, Siti Aisyah Widiasari, Nadya Cahaya Febriani, Salwa Rista, Atikah Zahra Prasetya, dan Puji Rahmawati.
Kegiatan ini mengusung tema “Hidup Sehat di Usia Emas Dimulai dari Makanan Bebas Boraks” dengan sasaran utama ibu rumah tangga sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam menentukan pilihan makanan bagi keluarga. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi mengenai bahaya senyawa alami dan zat kimia, ciri-ciri makanan yang mengandung zat kimia, serta cara memilih makanan yang aman dan layak konsumsi.

Menurut Dr. apt. Dwi Utami, M.Sc., keamanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Edukasi mengenai bahan tambahan pangan yang aman perlu terus ditingkatkan, mengingat masih ditemukannya penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan rhodamin B pada sejumlah produk makanan. Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa bahan alami tidak selalu aman apabila digunakan tanpa pengetahuan yang memadai terkait kandungan, dosis, maupun cara pengolahannya. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin waspada dalam memilih pangan serta memiliki pengetahuan untuk mengenali bahan-bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi:
- Registrasi peserta dan pembukaan acara
- Pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta
- Pembagian leaflet edukasi mengenai keamanan pangan
- Penyampaian materi mengenai Kenali Bahan Kimia Berbahaya Dalam Makanan Yang Dikonsumsi Sehari-hari
- Demonstrasi sederhana identifikasi boraks menggunakan kunyit sebagai indikator alami
- Diskusi dan sesi tanya jawab interaktif
- Pembagian doorprize kepada peserta yang aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan
- Pembagian bahan pangan sehari-hari yaitu sayur kepada seluruh peserta
- Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah demonstrasi sederhana deteksi boraks menggunakan kunyit. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melihat secara langsung perubahan warna yang terjadi ketika kunyit bereaksi dengan sampel makanan yang mengandung boraks. Demonstrasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan terkait keamanan pangan, ciri-ciri makanan yang mengandung boraks, serta langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk melindungi keluarga dari paparan bahan kimia berbahaya pada makanan.
“Ibu senang sekali bisa ikut kegiatan ini karena jadi tahu cara mengecek ada tidaknya boraks pada makanan dengan kunyit yang biasanya selalu ada dirumah untuk dimasak, malah bisa untuk melihat ada atau tidaknya makanan yang mengandung boraks. Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai ibu rumah tangga agar lebih teliti dalam memilih makanan untuk keluarga,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan promosi kesehatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berbasis ilmiah dan pemberdayaan komunitas. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya.


