Gunakan Obat dengan Bijak: Lindungi Ginjal Sejak Dini
Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan sukses menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan dengan tema “Gunakan Obat dengan Bijak: Lindungi Ginjal Sejak Dini” melibatkan 67 siswa. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 05 Mei 2026 di SMK N 1 Panjatan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan apt. Lolita, M.Sc. selaku dosen pembimbing, menurutnya tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia dini, memahami faktor-faktor risiko penyakit ginjal, menerapkan pola hidup sehat, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta menggunakan obat secara aman dan rasional. Kesehatan ginjal sering kali kurang mendapatkan perhatian di kalangan remaja, padahal berbagai kebiasaan sehari-hari seperti kurangnya konsumsi air putih, pola hidup yang tidak sehat, serta penggunaan obat tanpa informasi yang tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal di kemudian hari.
Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia remaja serta meningkatkan kesadaran dalam menggunakan obat secara bijak dan rasional. Dengan mengusung pendekatan edukatif dan interaktif, kegiatan dirancang untuk memberikan pemahaman yang mudah diterima oleh peserta melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta berbagai aktivitas pendukung yang mendorong keterlibatan aktif siswa selama kegiatan berlangsung.
Menurut Ketua Pelaksana, Saudari Shafa Stabitah, kegiatan Promosi Kesehatan dengan tema “Gunakan Obat dengan Bijak: Lindungi Ginjal Sejak Dini” berlangsung dengan lancar, interaktif, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Acara diawali dengan pembukaan, sambutan , pengenalan fakultas farmasi UAD, penyampaian materi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia remaja, dilanjutkan dengan sesi diskusi, mini games dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali informasi lebih dalam terkait faktor risiko gangguan ginjal, upaya pencegahan, pola hidup sehat, serta penggunaan obat yang aman dan rasional.
Kegiatan ini melibatkan 5 mahasiswi dari Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan selaku penyelenggara pelaksana promosi kesehatan bersama siswa SMK N 1 Pajangan sebagai peserta kegiatan. Dukungan dari berbagai pihak turut menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan acara. Selain menambah wawasan mengenai kesehatan ginjal, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah preventif terhadap penyakit ginjal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian leaflet edukasi mengenai kesehatan ginjal dan penggunaan obat yang bijak, kemudian dilanjutkan dengan pre-test menggunakan aplikasi Quizizz untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, materi penyuluhan disampaikan secara interaktif melalui media PowerPoint yang ditampilkan menggunakan proyektor, mencakup fungsi ginjal, faktor risiko penyakit ginjal, pentingnya menjaga pola hidup sehat dan kecukupan cairan, serta penggunaan obat yang aman dan rasional agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana penyuluhan berlangsung dengan sangat baik dan penuh antusiasme. Para siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya, memberikan tanggapan, serta berpartisipasi dalam diskusi yang berlangsung selama kegiatan. Sesi tanya jawab tidak hanya dilakukan pada akhir acara, tetapi juga di sela-sela penyampaian materi sehingga peserta dapat langsung memperoleh penjelasan terhadap hal-hal yang belum dipahami. Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia juga menyelenggarakan mini games edukatif yang berkaitan dengan materi penyuluhan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengingat kembali informasi yang telah disampaikan sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Selain itu, beberapa siswa juga diminta untuk menjawab pertanyaan secara langsung sebagai bentuk evaluasi pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Sebagai bentuk evaluasi keberhasilan kegiatan, seluruh peserta mengikuti post-test menggunakan aplikasi Quizizz setelah sesi penyampaian materi selesai. Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh, terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatan ginjal dan penggunaan obat yang bijak. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil post-test yang lebih baik dibandingkan hasil pre-test, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta.
Selama pelaksanaan kegiatan, panitia menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet yang menyebabkan beberapa peserta mengalami kesulitan saat mengakses aplikasi Quizizz. Namun demikian, kendala tersebut dapat diatasi dengan cepat melalui penyediaan hotspot internet oleh panitia sehingga seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa mengurangi antusiasme peserta.
Kegiatan ini memberikan dampak langsung berupa peningkatan literasi kesehatan siswa yang terukur, di mana terjadi lonjakan pemahaman yang signifikan mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui penggunaan obat yang rasional. Keberhasilan peningkatan pengetahuan ini sejalan dengan teori promosi kesehatan bahwa penggunaan media kombinasi (visual dan kinetik) sangat efektif untuk usia remaja. Kajian terdahulu oleh berbagai peneliti di bidang farmasi klinis menegaskan bahwa edukasi kesehatan sejak usia remaja merupakan langkah preventif terbaik untuk menekan angka kejadian Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di usia dewasa. Secara farmakologi, konsumsi obat analgesik yang tidak terkontrol dapat menghambat sintesis prostaglandin renal, yang berujung pada penurunan aliran darah ginjal dan nefrotoksisitas. Oleh karena itu, penyampaian materi ini berhasil memberikan rasionalisasi secara ilmiah namun dengan bahasa yang mudah dicerna oleh siswa, sehingga memicu perubahan pola pikir (mindset) mereka dalam mengonsumsi obat.
Melalui terselenggaranya promosi kesehatan ini diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menjaga fungsi ginjal, mengenali kebiasaan yang berisiko terhadap kesehatan ginjal, serta menerapkan langkah sederhana seperti mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan, aktif bergerak, dan melakukan penggunaan obat secara bijak. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa farmasi dalam meningkatkan edukasi kesehatan di masyarakat serta mendorong terbentuknya generasi muda yang lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan promosi dan edukasi kesehatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang.



