Mahasiswa Farmasi UAD Edukasi Bijak Atur Gula, Garam, Lemak dan Suplemen untuk Cegah Penyakit Tidak Menular (PTM)

YOGYAKARTA – Kelompok mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) bertema “Dapur Sehat, Keluarga Kuat: Strategi Bijak Atur Gula, Garam, Lemak dan Suplemen” kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu 16 Mei 2026, di karangtanjung RT 002 RW 012, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, dengan sasaran utama ibu-ibu arisan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya mengatur konsumsi gula, garam, lemak serta penggunaan suplemen secara tepat.
Kegiatan Promosi Kesehatan ini dilakukan oleh tim mahasiswa yang beranggotakan Ghefira Putri Aqilah selaku ketua pelaksana, bersama Ayesha Fawwaz Baehaki, Rizki Khairun Nisa, Esha Puja Kusuma Dewi dan Aliya Nauf Rahmawati, di bawah bimbingan dosen apt. Warsi, M.Sc., Ph.D. Tema promosi kesehatan dipilih berdasarkan hasil observasi yang menunjukan masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai batas konsumsi gula, garam, dan lemak serta penggunaan suplemen yang masih kurang tepat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah dan berat badan peserta, kemudian dilanjutkan dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal masyarakat. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi menggunakan media presentasi PowerPoint (PPT) yang membahas batas konsumsi gula, garam, dan lemak serta penggunaan suplemen yang aman dan rasional. Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat menyampaikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kebiasaan konsumsi sehari-hari.
Antusiasme ibu-ibu terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu arisan aktif berdiskusi mengenai kandungan gula pada minuman kemasan, batas aman konsumsi garam dan lemak, serta manfaat dan cara memilih suplemen yang sesuai dengan kebutuhan. Selain memperoleh penjelasan dari pemateri, peserta juga berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak maupun penggunaan suplemen berdasarkan informasi dari media sosial. Diskusi tersebut menjadi sarana untuk meluruskan berbagai informasi yang kurang tepat sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pola hidup sehat.
Sebagai bentuk evaluasi, tim pelaksana kembali memberikan post-test setelah penyampaian materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai pengaturan konsumsi gula, garam, lemak, serta penggunaan suplemen secara bijak.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan mendorong untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan promosi kesehatan ini, diharapkan ibu-ibu semakin memahami pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran kesehatan serta menggunakan suplemen secara rasional. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga dan disebarluaskan kepada lingkungan sekitar sehingga mampu mendukung pencegahan hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya serta mewujudkan keluarga yang lebih sehat.


