Mahasiswa Farmasi UAD Tingkatkan Literasi Penggunaan Obat melalui Edukasi Swamedikasi dan Bijak Menggunakan Obat di PKK Kelurahan Wirobrajan
Yogyakarta, 8 Juni 2026 – Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa promosi kesehatan bertajuk “Swamedikasi Cerdas dan Bijak Menggunakan Obat” di Gedung Serbaguna Kelurahan Wirobrajan, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 16.00–17.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang merupakan anggota PKK Kelurahan Wirobrajan.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan apt. Ginanjar Zukhruf Saputri, M.Sc., bersama tim mahasiswa yang diketuai oleh Daffa Danurwenda serta beranggotakan Muhammad Rifqi Rahadi, Amara Aureldita, Devy Susilowati, Adinda Oktavia Rahmawati, dan Wahyu Dyah Sarahsvati K. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional sehingga mampu melakukan swamedikasi secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan kegiatan ini didasari oleh rendahnya literasi masyarakat mengenai penggunaan obat secara mandiri. Banyak masyarakat yang masih memperoleh informasi obat dari sumber yang belum tervalidasi, belum memahami klasifikasi obat, serta belum mengetahui cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan obat, efek samping, hingga meningkatnya risiko medication error di lingkungan keluarga.
Penyuluhan dilaksanakan menggunakan metode ceramah interaktif yang didukung media presentasi PowerPoint, leaflet edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang disampaikan meliputi pengertian swamedikasi beserta manfaat dan risikonya, pengenalan golongan obat berdasarkan logo pada kemasan, prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar), serta penjelasan mengenai kondisi yang masih dapat ditangani dengan swamedikasi maupun kondisi yang memerlukan konsultasi dengan apoteker atau dokter.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai penggunaan obat demam, obat nyeri, antibiotik, cara penyimpanan obat, hingga penggunaan obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa. Tim pemateri memberikan penjelasan berdasarkan prinsip penggunaan obat yang rasional sehingga peserta memperoleh informasi yang benar dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta mengerjakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata meningkat dari 13,85 pada pre-test menjadi 14,39 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 0,53 poin (3,87%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta mengenai swamedikasi yang benar.

Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar. Kendala yang dihadapi hanya berupa keterbatasan waktu sehingga belum semua pertanyaan peserta dapat dibahas secara mendalam. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan ibu-ibu PKK Kelurahan Wirobrajan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen edukasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Program Studi S1 Farmasi Universitas Ahmad Dahlan juga berharap kegiatan promosi kesehatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan dan penggunaan obat yang rasional di masyarakat.


