Meningkatkan Pengetahuan Remaja Melalui Sosialisasi Penggunaan Obat Jerawat yang Tepat dan Rasional oleh Mahasiswa Farmasi UAD
Tim Promosi Kesehatan Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Edukasi Penggunaan Obat Jerawat yang Tepat dan Rasional pada Remaja” pada Sabtu, 10 Mei 2026, di Aula Panti Asuhan Yatim Putri Islam RM Suryowinoto. Kegiatan yang merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 19 remaja dan didampingi oleh Endang Dermawan, M.Si. selaku dosen pendamping, serta mahasiswa yang beranggotakan Rizqi Hidayat, Sultan Nasa Pahlevy, Ainiya Sabita Zahra, Aniq Muflihah, Alifia Zahwa Maharani, Siti Salmah. Topik sosialisasi dipilih dengan memperhatikan tingginya kejadian jerawat dikalangan remaja serta menanggapi kekeliruan terkait jerawat dan cara penanganannya.

Dalam pelaksanaannya, kelompok mahasiswa selaku penyelenggara menggunakan PowerPoint (PPT) sebagai media presentasi untuk meningkatkan minat literasi peserta terkait topik yang disampaikan. Peserta sosialisasi dibantu untuk memahami materi seperti tahapan pembentukan jerawat, dan mengenali jenis-jenis jerawat melalui visualisasi yang menarik. Kegiatan sosialisasi dapat berlangsung secara komunikatif dan interaktif karena topik jerawat yang dirasa dekat dengan kehidupan remaja. Para peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk mengetahui hal seputar jerawat seperti cara membedakan jenis jerawat dan memilih produk yang tepat. Menanggapi antusiasme peserta, tim mahasiswa menyampaikan penjelasan terkait ciri-ciri yang menonjol dari setiap jenis jerawat sebagai pembeda, serta menyampaikan tips terkait pemilihan obat jerawat berdasarkan sifat bahan aktif di dalam produk sehingga para peserta tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi diajak berperan langsung dalam menelaah kandungan bahan aktif disetiap produk kosmetik yang akan dibeli atau digunakan.
Para peserta juga menerima kuisioner sebelum dan setelah menerima materi sebagai parameter terukur untuk melihat tingkat pengetahuan dan efektivitas sosialisasi yang diselenggarakan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, sosialisasi yang dilakukan menunjukkan dampak positif berupa peningkatan wawasan peserta mengenai jerawat dan penggunaan obat jerawat yang tepat. Peningkatan pengetahuan terlihat dari bertambahnya jumlah peserta yang memahami tindakan yang tepat dalam pencegahan dan penanganan jerawat berdasarkan perbandingan jawaban pada pre-test dan post-test.
Melalui kegiatan promosi kesehatan ini diharapkan para peserta dapat lebih memahami jerawat secara komprehensif, mengubah kesalahan cara pandang terhadap orang dengan jerawat, serta dapat menerapkan pemilihan obat jerawat yang tepat dan penggunaan yang rasional sebagai bentuk penanganan jerawat.



