Tingkatkan Keamanan Penggunaan Obat, Mahasiswa Farmasi Beri Edukasi DAGUSIBU kepada Ibu-ibu PKK RT 23 Warungboto
Yogyakarta — Sebanyak 38 ibu-ibu anggota PKK RT 23 Warungboto antusias mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Balai RT 23 Warungboto. Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Farmasi yang sedang menjalani program promosi kesehatan sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bidang kesehatan. Materi utama yang disampaikan berfokus pada program DAGUSIBU singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. Sebuah panduan pengelolaan obat yang dikeluarkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kesalahan pengelolaan obat di tingkat rumah tangga, mulai dari cara mendapatkan obat yang tidak tepat, penggunaan yang tidak sesuai anjuran, penyimpanan yang asal-asalan, hingga pembuangan obat sisa yang berpotensi mencemari lingkungan. Mahasiswa Farmasi menilai ibu-ibu PKK sebagai ujung tombak kesehatan keluarga, sehingga pembekalan pengetahuan tentang DAGUSIBU menjadi sangat relevan dan penting.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan empat aspek DAGUSIBU secara rinci. Pertama, cara Mendapatkan obat yang benar, yaitu hanya melalui apotek resmi, toko obat berizin, atau fasilitas kesehatan. Kedua, cara Menggunakan obat sesuai dosis, aturan pakai, dan anjuran tenaga kesehatan. Ketiga, cara Menyimpan obat di tempat yang tepat, jauh dari sinar matahari langsung, tidak di kamar mandi, tidak dalam mobil. Terakhir, cara Membuang obat kadaluarsa dengan benar, yakni dengan menghancurkan kemasan agar tidak disalahgunakan dan tidak dibuang ke saluran air.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, termasuk praktik langsung cara membaca label obat dan mengidentifikasi tanda-tanda obat yang sudah tidak layak pakai. Sesi tanya jawab berlangsung hidup dengan berbagai pertanyaan seputar kebiasaan menyimpan obat di rumah, perbedaan obat generik dan obat bermerek, serta cara aman membuang sisa obat sirup.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan warga, khususnya terkait pengelolaan obat di tingkat keluarga. Mahasiswa juga membagikan leaflet DAGUSIBU. Ketua PKK RT 23 Warungboto menyambut positif kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut secara berkala demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan cerdas dalam mengelola obat.
Melalui program promosi kesehatan ini, mahasiswa Farmasi membuktikan bahwa ilmu kefarmasian tidak hanya relevan di lingkungan rumah sakit atau apotek, tetapi juga sangat dibutuhkan langsung oleh masyarakat. Dengan edukasi yang tepat dan mudah dipahami, diharapkan kebiasaan menyimpan obat sembarangan di masyarakat dapat berkurang secara signifikan demi terciptanya keluarga yang lebih sehat dan aman.


