Student Exchange Mahasiswa Farmasi UAD

Student Exchange Mahasiswa Farmasi UAD

    Kuala Lumpur – Salah satu mahasiswa Farmasi UAD, M. Arief Ramadhan berkesempatan menjadi delegasi dalam International Pharmaceutical Student’s Federation (IPSF) Student Exchange Program (07/2018). Program tersebut merupakan program rutin IPSF yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i dari member IPSF Member Organizations dan IPSF Individual Members untuk menjelajahi dunia farmasi di negara lain sejak 1953. Saat ini, sebanyak 64 asosiasi dari lebih dari 50 negara di seluruh dunia ikut berpartisipasi dalam SEP dan lebih dari 750 mahasiswa/i internasional melakukan pertukaran setiap tahunnya. Pergerakan pada edukasi farmasi merupakan faktor penting dalam menyiapkan mahasiswa/i farmasi untuk bekerja sebagai profesional kesehatan dalam lingkungan kesehatan global yang dinamis.

     Dalam program ini, IPSF memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa farmasi di dunia untuk merasakan perkembangan kefarmasian di negara lain. Kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada mahasiswa/i farmasi dari negara lain untuk datang ke Indonesia dan menjalani rangkaian aktivitas dari SEP sendiri, yang diantaranya mengikuti salah satu program magang di industri farmasi, rumah sakit, atau melaksanakan praktik penelitian. Selain itu, selama sekitar 1-2 bulan, Exchange Student (mahasiswa/i yang mengikuti pertukaran pelajar) akan diberi kesempatan pula untuk mendalami kebudayaan di negara tujuan dan melihat perbedaan budaya dengan budaya negara asal.

    Muhammad Arief Ramadhan merupakan mahasiswa Farmasi UAD yang menjadi salah satu dari 48 mahasiswa lain yang terpilih menjadi delegasi student exchange programme dari ratusan mahasiswa fakultas farmasi diseluruh indonesia. Pada kesempatan ini, Arief  ditempakan di Ideal Nauticare sdn bhd, Shah Alam, Malaysia. Ideal Nauticare memiliki 2 unit bisnis yaitu Retail Farmasi (Farmasi Ideal) dan auditor apotek di kapal pesiar.“Di malaysia saya belajar bahwa penduduk disana memiliki 3 ras yang berbeda dan obat pun berbeda tetapi mereka lebih mengutamakan obat herbal daripada obat generik karena penduduk disana lebih percaya obat herbal. Namun disana saya belajar budaya, etika, dan perilaku kepada pasien di apotek tersebut. Saya juga belajar cara mengelola suatu apotek( Manajemen Farmasi, Farmakoekonomi, konsultasi dengan baik dan banyak lagi) dan disana mereka juga menjalankan jasa pengecekan gula darah, tensi dan fotocopy juga. Saya mendapatkan pengalaman yang sangat langka di bidang farmasi klinis secara langsung dan nyata yang mungkin saya tidak bisa mendapatkan diindonesia dan saya belajar banyak untuk merubah diri saya dan masa depan kelak kearah yang lebih baik. Saya ingin berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya bisa mendapatkan kesempatan ini, terutama dari Fakultas Farmasi UAD dan BIMAWA UAD yang telah mendanai saya penuh untuk mengikuti acara ini. Saya juga ingin berterimakasih kepada pihak ISMAFARSI, IPSF, MyPSA dan semua staf IDEAL NAUTICARE yang telah menerima dan memberikan saya pelajaran yang sangat banyak dan tidak didapatkan di Indonesia” Kata M.Arief Ramadhan Mahasiswa Farmasi UAD  , delegasi SEP ISMAFARSI 2018. (DV)